catatan M. Mas'ud Said atas Pidato Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Dr KH Afifudddin Muhajir, MAg

Beberapa catatan M. Mas'ud Said atas Pidato Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Dr KH Afifudddin Muhajir, MAg

1. Posisi Kyai Afif dalam konteks Pemguatan Negara Kesatuan dan konteks Ushul Fiqih sangat penting agar semua tatanan negara ini mendapat penjelasan yg paripurna. 

Urgensi lainnya termasuk mengurangi tensi tidak perlu bila masih ada yg mengatakan bahwa negara ini adalah  yg tidak Islami dan oleh sebab itu aturannya tidak diikuti.

2. Penjelasan kepada semua pihak bahwa Pancasila adalah final bagi Indonesia, karena Sila sila dalam Pancasila adalah Islami dan tak satupu  bertentangan dengan Islam bahkan sangat selaras.

2. Pidato dan penjelasan yg mendalam daei ulama NU yang alim ini menguatkan negara dan pemerintah Indonesia dalam konteks pemikiran Islam Indonesia dan dunia. Lebih lebih prosesnya kesepakatan bersama bangsa Indonesia.

3. Pancasila Syar'i dengan sendirinya krn sila Ketuahanan, Kemanusiaan san keadilan, Persatuan, Musyawarah atau Demokrasi dan Keadilan Sosial sangatlah Islami baik dari filsafat maupun fiqih.

 4.  Pancasila bukan *mani'* atau penghalang untuk menerapkan syariat Islam yang ada di dalamnya.

 5. Pengantar dan pujian oleh para guru besar. Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufik mengatakan bahwa tak ada yg meargukan kealiman beliau Kyai Afifuddin Mauhajir di taraf nasional dan bahkan internasional. Kyai Afifuddin memiliki kapasitas keilmuan tinggi di kalangan Nahdiiyyin dan bahkan kyai kyai di PB NU dan MUI dan memberi pelajaran kepada para cendikiawan ttg konsep konsep yg disusun secara terintegrasi tidak parsial dan tak menginsahkan syarat penguasaan bahasa Arab dan Al Qur'an.

: Dalam sidang senat UIN Walisongo Rabu 20 Januari 2020 ini hadir Rektor dan para guru besar,  tetamu dari Ponpes Salafiyah Syaiifyah KH Azaim Ibrahimi, Gus Taj Jasin, Sekjen Kemenag, Perwakilan Perguruan Tinggi dan Ketua Tanfidz , Rois Syuriah PW NU Jateng