Drip Irrigation, Inovasi Untuk Pertanian di Daerah Kering

Jember (30/4). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melahirkan inovasi dalam banyak bidang kehidupan, salah satunya di bidang pertanian. Dahulu, petani mengandalkan tenaga manusia untuk mengelola pertanian, mulai dari mencangkul, menanam, hingga memanen produk-produk pertanian.

Kini, sebagian besar tenaga manusia sudah diperankan oleh mesin dan teknologi, salah satu diantaranya adalah sistem irigasi atau pengairan.

Di Padepokan H.M. Arum Sabil di Tanggul Kulon kecamatan Tanggul kabupaten Jember, rombongan PW ISNU Jawa Timur belajar sistem pengairan yang menerapkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Namanya, Drip Irrigration (Irigasi Tetes).

Menurut  Abah Arum – panggilan akrab H.M. Arum Sabil, sistem irigasi ini adalah bentuk revolusi industri 4.0 yang diadopsi dari negara Israel. Meski sebagian besar kawasan negara Israel berupa gurun namun justru teknologi dan sistem pertaniannya menjadi yang terbaik di dunia. Itulah yang menyebabkan ia tertarik untuk menerapkan sistem pengairan ini di lahan miliknya.

 

Drip irrigation ini sangat bermanfaat ketika musim kemarau. Khususnya di daerah yang sulit terjangkau listrik. Selama ini kita menyiram tanaman secara manual, akan digantikan dengan sistem drip irrigation ini,” jelasnya.

 

Pinsip kerjanya, Abah Arum menjelaskan, air dipompa dari sumur atau tempat penampungan air dan dialirkan ke pipa-pipa yang tersebar di lahan. Untuk kebutuhan listrik, dipasok dari solar panel. Pipa-pipa ini lalu disambung dengan selang yang menuju ke tiap-tiap pohon. Debit airpun bisa diatur sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Rangkaian instalasi ini dikendalikan hanya melalui sebuah smartphone.

 

“Kita harus memperlakukan tanaman dengan adil. Jika yang satu mendapatkan suplai air satu gelas, maka yang lain juga satu gelas. Nah, teknologi ini semua tanaman mendapatkan suplai air secara adil dan efisien, tidak ada air yang dibuang percuma,” tambahnya.

 

Sekretaris PW ISNU Jawa Timur M. Dawud menilai upaya memanfaatkan teknologi komunikasi untuk bidang pertanian merupakan terobosan baru dan akan mengubah cara bertanam di Indonesia.

Menurutnya, apa yang dilakukan Abah Arum ini menginspirasi banyak petani, khususnya para petani yang ada di daerah yang susah air.

 

“Sistem drip irrigation akan banyak menyelesaikan persoalan petani ketika musim kemarau tiba. Jika ini diterapkan di daerah-daerah yang kering akan sangat menolong petani,” ujarnya.

 

Selain belajar tentang drip irrigation, rombongan PW ISNU Jawa Timur juga belajar tentang peternakan ayam dan kambing yang dimiliki oleh Abah Arum. Ke depan, ISNU Jatim akan mengembangkan unit ISNU Farm yang dimiliki dan menyebarkan model drip irrigation ini ke cabang-cabang di seluruh Jawa Timur. (wud)