ISNU Jatim Pecahkan Rekor MURI sebagai Pendamping Produk Halal Terbanyak dan Penyerahan Sertifikat Halal serentak terbanyak

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur telah mencatatkan rekor sebagai mitra Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJBPH) terbanyak sejumlah 3500 orang. Selain itu, ISNU Jatim juga memecahkan rekor saat menyerahkan 100 Sertifikat Halal Gratis kepada UMK yang terbanyak secara serentak.

“ISNU Jawa Timur sedang dan terus berbuat untuk masyarakat. Salah satunya adalah pendampingan dan pendidikan untuk pendamping produk halal yang oleh museum rekor Indonesia dikatakan terbanyak di Indonesia,“ Ungkap Prof. M. Mas`ud Said Ph.D selaku Ketua ISNU Jawa Timur dalam sambutannya di acara Festival Produk Halal Jatim Bangkit pada Sabtu (1/10/) di gedung bundar UNISMA.
Beliau juga mengungkapkan para pendamping Proses Produk Halal (PPH) juga mendapatkan gaji yang dihitung setiap pendampingan per-UMKM.

“Pendamping itu yang telah meloloskan dan telah membina teman-teman itu ternyata ada gajinya pak rektor.  Satu pendampingan Itu Rp. 150.000. Ini ada yang sudah menerima gaji dari BPH Rp 7.800.000 dan oleh ISNU Jawa Timur tidak dipotong. Semua 100% tidak dipotong,” jelasnya.

Dr. Masykur Ali Musa, M.Si selaku ketua pusat ISNU mengapresiasi atas kerja keras dari ISNU Jatim ia berharap ISNU melalui BPJPH mampu membuat suatu kawasan kuliner halal sebagai bagian dari kebangkitan ekonomi.

“Saya memimpikan teman-teman BPJPH yang ada di Jawa Timur, coba buat izin namanya Kawasan Kuliner Halal. Saya ikut meresmikan satu program namanya kawasan Kauman Kuliner Halal di Solo. Jadi kalau orang datang ke Solo dan ingin makanan halal maka disambutlah di Kauman itu,” ungkapnya.

“Coba kalau nanti teman teman dari BPJPH dan PPH ini mampu mengakomodir, kemudian membuat satu kawasan halal yang ada, kalau di Surabaya katakan di sekitar Sunan Ampel. Di Gresik , sekitar Sunan Gresik dibuat 1 Market, dibuat satu wilayah disitu semua tulisannya Kawasan Kuliner Halal Sunan Giri dan sebagainya. Saya yakin itu menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi dan orang menjadi sreg untuk makan di satu wilayah karena seluruh makanannya disitu adalah halal,” Jelasnya.