ISNU Jawa Timur ikuti Pengajian PWNU Betema Wakaf

Selasa, (21/04/2021) ISNU Jawa Timur mengikuti pengajian ramadhan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di aula salsabila, Komplek PWNU Jl. Masjid Al-Akbar No. 9, Surabaya.

Pengajian dibuka oleh M. Koderi, M.T. Sedangkan, Pengajian diisi oleh Dr. Asep Heri, S.H., M.H kepala Kantor Pertahanan Kab. Gresik.

Beliau menjelaskan bahwa padasarnya, wakaf agak berbeda dengan manajemen modern. Karena pada dasarnya wakaf mengajarkan untuk Lillahi Ta'ala.

Permasalahan wakaf tanah yang pertama, mengenai pemahaman masyarakat. Masyarakat masih mengganggap bahwa penggunaan tanah wakaf hanya untuk masjid, pondok, dan makam.

Sedangkan sekarang, wakaf memiliki potensi bekembang untuk berbagai kegiatan. Jika umat sudah memiliki pemahaman yang baik, maka dapat dilakukan untu pemanfaatan untuk aset wakaf produktif seacara masif.

Masalah kedua, yakni validasi data dan aset wakaf. Saat ini, wakaf-wakaf kepada NU masih belum terdata dengan baik. Sehingga sangat perlu pendataan awal, sebagai bekal program sertifikasi tanah wakaf.

Ketiga, masalahnya adalah penyelesaian sengketa wakaf. Jika tanah memiliki sengketa, baik dari pihak waris, atau pihak batas-batas tanah wakaf, baiknya untuk diselesaikan dengan pihak terkait.

Selanjutnya peningkatan pengumpulan wakaf uang. Wakaf uang menjadi alternatif pemberdayaan ekonomi umat dalam wakaf produktif.

Kelima, kurangnya pemahaman tentang proses sertifikasi tanah wakaf. Pengurusan tanah wakaf memang memerlukan waktu dan tenaga.

Keenam, kurangnya kapasitas dan tanggung jawab para nadhir. Nadhir harusnya memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni, agar wakaf dapat dikelola dengan baik.

Prof. Mas'ud Said, MM., Ph.D  selaku Ketua ISNU Jawa Timur merasa besyukur terhadap pengajian ini. Saat ini ISNU juga sedang mengusahakan keberlangsungan perolehan tanah wakaf. (AL/ISNU)