PW SNU Jatim Memperkuat Ekosistem Halal Industri

Setelah bergerak memperkuat bidang pengkaderan, penguatan literasi berupa penulisan buku dan memperbaiki sistem komunikasi organisasi, ISNU Jatim yang dipimpin oleh M. Mas'ud Said kembali membuat terobosan baru.

Mengetahui pemerintah provinsi Jawa Timur dibawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa sedang giat giatnya membangun sistem ekonomi syariah dan industri halal, ISNU menyelenggarakan diskusi untuk penguatan ekosistem ekonomi syariah dan pentingnya produk syariah dari Industri Kecil - Menengah.

Mas'ud mendorong komitmen berbagai kalangan yg diundang untuk bekerja secara nyata dan sekaligus mengambil peluang sesuai posisi masing masing. Kita tak bisa sendiri sendiri, jamannya sekarang era kolaborasi. Tak akan bisa diselesaikan sendiri", tegasnya.

"Namun syaratnya kita harus kerja sama, sebab dalam situasi yang kompleks dan saling membutuhkan perlu kolaborasi lebih kongkrit dan detail", lanjutnya yang disambut oleh peserta yg hadir dengan antusias.

"Kita disini ketemu informal, namun dari paparan semua pihak maka didapat gambaran bagaimana dua tiga tahun ke depan", paparnya. 

Jurus khas kerjasama yaitu kolaborasi 4 pihak dilakukan dengan mengajak networkingnya yang kuat. Masing masing perwakilan dari ITS Prof Setyo Gunawan dan Hatta memaparkan rencana dan apa yg sudah dikerjakan. Demikian pula perwakilan MUI, Bank Jatim Syariah yang diwakili Pemimpin Divis Usaha Syarian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Jejaring itu ialah Bank Jatim Syariah ( industri keuangan), ITS Halal Centre ( kpus, akademisi ), Majelis Ulama Indonesia, ( lembaga keagamaan, LPPOM, tokoh masyarakat ) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menyambut Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) dan promosi halal sebagai life style.

Didampingi Sekretaris PW ISNU Jatim M. Dawud, Bendahara Zainul Abidin, Zulifa Chickmawati, dan Dr Nur Chusnul Chusnaniyah membagi peran untuk sistem pembiayaan bagi IKM, pembuatan sistem pengurusan label halal, peta usaha IKM dan UMKM halal serta menguatkan ekosistem halal.